Minggu, 15 November 2020

GUDEG & LANGGI TERAS MBAK TIWIK


Assalamualaikum salam sejahtera selalu ...
Perkenalkan kami dari GUDEG & LANGGI TERAS MBAK TIWIK kami sedang mempromosikan 2 (dua) masakan kebanggaan kami yaitu Gudeg dan Langgi, dengan konsumsi  utama Nasi dan Bubur.
Bagi saudara/i ku sekalian yg ada di Jogja atau sedang berada di Jogja, kami mempersilahkan untuk dapat menikmati menu masakan asli Jogja dan Solo ini yang diolah oleh koki yg telah berpengalaman, selain itu menu masakan kami dapat ibu pesan melalui GO FOOD & GRAB FOOD sehingga saudara/i ku sekalian tidak perlu keluar rumah, kami mematok harga yg sangat murah dengan harga dibawah Rp 20.000
Meski murah tapi masakan kami memiliki cita rasa yang enak, dan juga diolah dengan bahan bahan yang halal.
Tak perlu ragu lagi sambut kesempatan emas ini untuk menikmati hidangan spesial bersama keluarga dan orang orang tercinta disekitar saudara/i ku sekalian.
Terima kasih dan selamat menikmati masakannya, wassalamualaikum salam sejahtera ...

Sabtu, 21 Juni 2014

4 Persiapan Menghadapi Bulan Suci Ramadhan

Waktu terus berjalan, tanpa pernah berhenti. Hari yang berganti hari, bulan yang berganti bulan, dan tahun yang berganti tahun, dalam semua perputaran waktu itu Allah SWT senantiasa memberikan kenikmatan kepada kita. Setelah kenikmatan terbesar berupa iman, maka kenikmatan-kenikmatan lainnya dianugerahkan kepada kita tanpa bisa kita hitung jumlahnya, bahkan seringkali tidak kita sadari kehadirannya. Maka, marilah kita berusaha mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Marilah kita bersama-sama berupaya menjadi hamba-Nya yang bersyukur. Dengan bersyukur kita akan lebih mudah menjadi hamba-Nya yang bertaqwa. Lihatlah bagaimana ketika Rasulullah SAW berdiri begitu lama dalam shalat malamnya hingga kaki beliau bengkak. Saat Aisyah bertanya dengan menyebutkan keutamaan beliau yang telah dijamin ampunan atas segala dosanya, beliau justru menjawab dengan sabdanya yang mulia: أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا Tidak bolehkah aku menjadi hamba-Nya yang bersyukur? Jadi, syukur sangat erat kaitannya dengan taqwa. Bahkan keduanya identik. Tiada orang yang mampu mencapai derajat taqwa tanpa bersyukur. Sebaliknya, syukur akan mengantarkan seorang hamba mencapai ketaqwaan. Sahabat, Diantara kenikmatan itu adalah sampainya usia kita di bulan Sya'ban ini. Sebentar lagi kita akan memasuki bulan istimewa. Bulan yang penuh dengan keutamaan. Yakni bulan Ramadhan yang mulia. Pertanyaannya adalah, sudahkah kita siap dalam menyambutnya? Jika para sahabat dan salafusshalih telah mempersiapkan diri dua bulan sebelum Ramadhan tiba, sebagaimana doa yang masyhur, yang mengisyaratkan persiapan ini: اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان Ya Allah, berkahilan kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta pertemukanlah kami dengan Ramadhan (HR. Baihaqi) اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ Ya Allah, berkahilan kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta berkahilah kami di bulan Ramadhan (HR. Ahmad) Maka kita yang tinggal 4 pekan lagi mengakhiri Sya'ban ini pantaslah jika mengevaluasi persiapan kita menghadapi Ramadhan. Bagi yang telah siap, alhamdulillah. Bagi yang belum, kita segera bangkit untuk memenuhi persiapan-persiapan ini. Sahabat, Setidaknya ada 4 persiapan bagi kaum muslimin untuk menghadapai bulan Ramadhan, (1) Persiapan pertama, adalah persiapan ruhiyah. Persiapan ruhiyah yang kita perlukan adalah dengan cara membersihkan hati dari penyakit aqidah sehingga melahirkan niat yang ikhlas. Pengokohan aqidah adalah pondasi utama dalam persiapan ruhiyah ini. Tanpa aqidah yang benar, bisa jadi seseorang justru terjatuh dalam syirik. Dan kesyirikan selamanya takkan berbuah keikhlasan. Aqidah yang benar adalah kuncinya. Karenanya surat di dalam Al-Qur'an yang kesemuanya membahas aqidah dinamakan surat Al-Ikhlas. Membersihkan hati atau tazkiyatun nafs juga hal yang urgen dilakukan dalam menyambut tamu Allah yang istimewa ini. Allah SWT menegaskan pentingnya membersihkan hati (tazkiyatun nafs) dalam firman-Nya: قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya (QS. Asy-Syams : 9) Maka dalam waktu 4 pekan ke depan kita perlu melakukan evaluasi diri (muhasabah) apakah penyakit-penyakit aqidah masih menjangkiti diri kita. Selanjutnya kita bermujahadah untuk menghilangkan penyakit-penyakit itu. Alangkah indahnya saat Ramadhan tiba dan kita benar-benar dalam kondisi ikhlas menapaki hari-hari istimewa yang dibawa oleh tamu mulia itu. Saat-saat keikhlasan bersenyawa dalam diri kita sepanjang Ramadhan merupakan saat-saat terbaik yang akan menjamin kita memperoleh ampunan Allah SWT. من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq 'Alaih) Sahabat, (2) Persiapan kedua adalah persiapan fikriyah. Agar Ramadhan kita benar-benar efektif, kita perlu membekali diri dengan persiapan fikriyah. Sebelum Ramadhan tiba sebaiknya kita telah membekali diri dengan ilmu agama terutama yang terkait secara langsung dengan amaliyah di bulan Ramadhan. Tentang kewajiban puasa, keutamaan puasa, hikmah puasa, syarat dan rukun puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, serta sunnah-sunnah puasa. Juga tarawih, I'tikaf, zakat, dan sebagainya. Untuk itu kita bisa mengkaji Fiqih Sunnah-nya Sayyid Sabiq, Fiqih Puasa-nya Dr. Yusuf Qardahawi, dan lain-lain. Kita pun bisa mengikuti taklim di lingkungan kita, baik majelis taklim yang diadakan di masjid, di pondok pesantren, maupun tempat-tempat yang lain. Inilah rahasia mengapa Imam Bukhari membuat bab khusus dalam Shahih-nya dengan judul Al-Ilmu Qabla Al-Qaul wa Al-Amal (Ilmu sebelum Ucapan dan Amal). Tanpa ilmu bagaimana kita bisa beramal selama bulan Ramadhan dengan benar? Pemahaman ilmu syar'i ini juga merupakan tanda kebaikan yang dikehendaki Allah terhadap seseorang. Karenanya Rasulullah SAW bersabda : من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين Barangsiapa yang dikehendaki Allah akan kebaikan maka ia difahamkan tentang (ilmu) agama (Muttafaq 'Alaih) (3) Selanjutnya, persiapan yang kita perlukan adalah persiapan jasadiyah. Ramadhan membutuhkan persiapan jasadiyah yang baik. Tanpa persiapan memadai kita bisa terkaget-kaget bahkan ibadah kita tidak bisa berjalan normal. Ini karena Ramadhan menciptakan siklus keseharian yang berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Kita diharapkan tetap produktif dengan pekerjaan kita masing-masing meskipun dalam kondisi berpuasa. Kita juga akan melakukan ibadah dalam porsi yang lebih lama dari sebelumnya. Shalat tarawih, misalnya. Karenanya kita perlu mempersiapkan jasadiyah kita dengan berolah raga secara teratur, menjaga kesehatan badan, dan kebersihan lingkungan. Di sini, logika akal bertemu dengan keutamaan syar'i dalam hadits nabi: المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim, Ibnu Majah, Al-Baihaqi, dll) Sahabat, (4) Persiapan keempat adalah persiapan maliyah. Persiapan maliyah yang diperlukan dalam menyambut bulan Ramdhan bukanlah untuk membeli baju baru, menyediakan kue-kue lezat untuk Idul Fitri, dan lain-lain. Kita justru memerlukan sejumlah dana untuk memperbanyak infaq, memberi ifthar (buka puasa) orang lain dan membantu orang yang membutuhkan. Tentu saja bagi yang memiliki harta yang mencapai nishab dan haul wajib mempersiapkan zakat maal-nya. Bahkan, jika kita mampu berumrah di bulan Ramadhan merupakan ibadah yang bernilai luar biasa; seperti nilai haji bersama Rasulullah SAW. Rasulullah mencontohkan bahwa beliau yang begitu dermawan di hari-hari biasa, bertambah sangat dermawan di bulan Ramadhan mengalahkan angin yang berhembus. كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ Rasulullah SAW adalah orang yang paling murah hati, lebih-lebih ketika bertemu Jibril di bulan Ramadhan. Beliau bertemu Jibril pada pada setiap malam bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur'an. Maka sifat murah hati Rasulullah melebihi hembusan angin (HR. Bukhari) Kedermawanan Rasulullah SAW bertambah hebat ketika bulan Ramadhan. Ini mengajarkan kepada umat beliau bahwa Ramadhan sebagai bulan yang paling utama dengan pelipatgandaan pahala amal kebajikan hendaklah dioptimalkan dengan memperbanyak infaq dan meningkatkan kualitasnya. Semoga dengan 4 persiapan itu, persiapan ruhiyah, persiapan fikriyah, persiapan jasadiyah dan persiapan maaliyah, menjadikan kita optimal dalam menghadapi Ramadhan nanti. Sehingga kita pun keluar dari ramadhan dengan predikat taqwa. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah : 183) Wallahu a’lam diambil dari : FB Fans Page Stawberry

Tingginya Harat Berhutang Pemerintah Indonesia

Posted on Oct 19, 2012 in BERITA & OPINI Jumlah utang pemerintah Indonesia yang terus bertambah dari tahun ke tahun sangat memperihatinkan dan sangat membahayakan. Sebagaimana ditulis dalam Jurnal Ekonomi Ideologis, jumlah utang pemerintah dalam setahun dari September 2011 sampai September 2012 bertambah Rp220,71 trilyun. Akibatnya, stok utang yang menjadi tanggungan rakyat sudah mencapai Rp1975,62 trilyun. Jika dilihat tren pertambahan utang Indonesia, maka hingga akhir tahun 2012 utang dapat menembus angka Rp2000 trilyun. Semakin besarnya jumlah utang tidak lepas dari hasrat berutang pemerintah yang cukup tinggi. Tahun ini rencana penarikan utang baik melalui penerbitan Surat Utang Negara (SUN) maupun melalui pinjaman luar negeri mencapai Rp325,28 trilyun. Jumlah utang yang ditarik tersebut lebih besar 34,69% dari jumlah pinjaman yang diambil pemerintah pada tahun 2011. Jumlah utang yang ditarik pemerintah untuk menutupi defisit APBN melonjak sejak tahun 2007 sebesar Rp150,93 trilyun. Pada tahun-tahun sebelumnya jumlah utang yang ditarik pemerintah di bawah Rp100 trilyun. Tahun 2001 misalnya, jumlah utang yang ditarik pemerintah sebesar Rp26,15 trilyun. Jika dibuat rata-rata selama periode 2001-2010, jumlah utang yang ditarik pemerintah setiap tahunnnya mencapai Rp104,83 trilyun. Sementara periode tahun 2011 jumlah utang yang ditarik Rp241,50 trilyun sedangkan pada tahun 2012 mencapai Rp325,28 trilyun. Data ini menunjukkan tingginya perkembangan jumlah utang pemerintah dalam beberapa tahun terakhir hingga akan menyentuh angka Rp2000 trilyun, disebabkan meningkatnya hasrat berutang pemerintah sebanyak tiga kali lipat dibandingkan periode 2001-2010. Di samping ditinjau dari jumlah utang yang ditarik pemerintah semakin bertambah besar, hasrat beruutang pemerintah juga dapat dilihat dari pertambahan jumlah utang yang ditarik setiap tahunnya. Pada tahun 2012 ini, jumlah utang yang ditarik bertambah Rp83,78 trilyun, yakni dari Rp241,50 trilyun jumlah utang yang ditarik pada 2011 menjadi Rp325,28 trilyun pada tahun ini. Selama periode 2001-2010, rata-rata pertambahan jumlah utang yang ditarik pemerintah setiap tahunnya mencapai Rp20,50 trilyun. Dengan demikian, pada tahun ini hasrat berutang pemerintaah dilihat dari sisi pertambahan jumlah utang yang ditarik setiap tahunnya meningkat pada tahun ini sebesar empat kali lipat dibandingkan periode 2001-2010. Berdasarkan data tersebut, maka faktor kunci yang mendorong semakin besarnya perkembangan jumlah utang yang harus ditanggung rakyat akibat semakin tingginya hasrat berutang pemerintah. Jika pemerintah tidak menghentikan hasrat berutang, mungkin saja Indonesia akan mengalami krisis utang yang kini sedang menimpa kawasan Eropa. [Jurnal Ekonomi Ideologis] REFERENSI: Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan RI, Buku Saku Perkembangan Utang Negara Edisi Oktober 2012 dan beberapa edisi lainnya.

Awal Ramadhan 1435H/2014M

Bisnis.com, JAKARTA - Sidang penetapan (isbat) awal Ramadan 1435 Hijriyah/2014 Masehi kali ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena tidak akan ada siaran langsung berjalannya sidang isbat tersebut. Dalam siaran pers Kementerian Agama, siaran langsung hanya akan menayangkan hasil yang diputuskan dalam sidang isbat tersebut. "Jadi proses jalannya sidang isbat tidak dapat dilakukan secara langsung, seperti tahun lalu," kata Kemenag. Sebelumnya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan proses jalannya sidang isbat tidak akan disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi. "Cukup hasilnya saja yang disiarkan langsung," katanya. Dalam setiap kali sidang isbat awal Ramadan dan awal Syawal, Kemenag mengundang seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Selama sidang isbat berlangsung, kerapkali diwarnai perdebatan keras antarpengurus ormas yang mempertahankan argumentasi masing-masing ormas. Menag Lukman Hakim Saifuddin mengimbau semua pihak untuk menghormati apapun hasil sidang isbat, namun pemerintah tidak akan memaksakan. "Indonesia bukan negara agama seperti Arab Saudi. Jadi Pemerintah tidak bisa memaksakan kehendaknya. Berbeda itu wajar," katanya lagi. Sejauh ini Pengurus Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadan jatuh pada 28 Juni 2014. (ant/yus)